PUISI

Showing posts with label Syair rindu. Show all posts
Showing posts with label Syair rindu. Show all posts

Oleh  Zawawi Aziz


garing kenang
tangis tragedi
di sebalik rembang semalam

tafakur aku
menghitung keliru
yang kau bawa

di pintu harapan
di garis sendat
aku dipinggirkan

sepi terangkum
di musim pilu
yang bermegah

di antaranya 
ada dia
ada peristiwa
di lantai hari

tergenang rindu
memugar rasa
nan teruja

keajaiban rindu
tak pernah malu
Read More …

Oleh  Zawawi Aziz


lampu terang di dada langit
tidak ia menyimpan rahsia

daun-daun gugur yang kau sapu
adalah cantuman masa bertemu rasa

berbudi kepada rindu nan hilang
telah sebati kekaburan di alam nyata

sepi hatimu tidak merubah
daun-daun kekuningan dan layu disimbah angin

cinta yang kau tenung di halaman diri
tidak membuatkan engkau bersedih

setiap langkahmu nan keliru
telah tidak sepadan
di dalam kenang silamku

Tuhan tidak menceritakan rahsia tentang dirimu
aku pun menapak mencari hala

mungkin hari-hari bersamamu masih jauh
hidup ini perjalanan tanpa sedar

cahaya yang menyuluh setelah enggan lagi berahsia
sambil kumenanti pucuk-pucuk segar digantikan oleh Tuhan

Read More …

Oleh  Zawawi Aziz



aroma puisimu
seperti harumnya
bungaan dari gunung

selalu aku menunggu
di lereng ini
mengharap desir angin

dan aku pun tahu
ada buah yang tidak gugur
seperti pernah engkau tulis
pada buku ceritamu

hidup ini dibaluti harapan
tidak semestinya
sedemikian indah

biarlah kuciumi aroma itu
supaya ada rindu yang datang
rindu yang mengesankan

semuga jua ada sesuatu
sedang engkau rasai
seketika aku sedang menantimu
di sini

di lereng ini !
Read More …

Oleh  Zawawi Aziz

ambillah
sekuntum kemurniaan
dari sajak

ambil ia
dari hatiku
yang meredup

di tangan hari segalanya
apabila mentari padam
dan berganti bulan

aku sedang melagukan usia
dan rentetan
kepiluan dan desah
musim-musim silam
yang patah

ambillah
murni dari sajak
sajak-sajakku
Read More …

Oleh  Zawawi Aziz


setiap patah bisiknya
olahan merdu berdaya
menuju kemercu

singgahsana hati
bening menanti

yang tersorok
tersorot oleh mata hitamnya
ada pengharapan

dia ada
dia diam
dia hanya memerhati
di sebaliknya ia menanti

bintik-bintik hitam
lesu tanyanya
tersorok di dalam diam

'ada di sini,
di sebalik hati nan
meruntun'

kau carilah jawapan !
Read More …

Oleh  Zawawi Aziz



hamparan harapan
pada kitaran waktu nan jernih
di sini kita kembali
menugal benih-benih puisi
berjurai pada bait-bait lembut
puisi si penawar rindu

gerigis masa
yang menyulami kepayahan silam
diterjah jauh, disisihkan pergi

kita caturkan bebayang bahagia
di sisi perlambangan perkebunan puisi

janji-janji nan tertangguh
semarakkannya
kerana waktu-waktu terluang
berpusaran di dalam leka
puing-puing rindu
akan kembali ajaib
di perhitungan hari

(sebuah sajak silamku yg kurindu !)
Read More …

terbayang /
sepanjang mentari berlalu /
deras ngeras /
air kelopak mata /
sesal /
nyelimuti /
mimpi-mimpi tak bertepi /


peluk mesra /
rengkuh jiwa /
ngusik harap /
nyentuh kata /
nuansa merah jambu /
hijau limau nipis /


kau ada /
bersama bulan dan surya /
pantulkan cahaya /
hangatkan jiwa /
adui ? /
mutiara murni /
dasar lautan / 
wujudkan ! /
kilauan /
buah harapan / 
moga /
doa-doa terkabulkan /
Read More …

bermula terlihat mirip hatiku /
sama rasaku, muncul menggait elok /
cipta indah /
berhari-hari tanpa jemu /
hingga ku dapati /
lamunan berkepanjangan /

amoi....di hujung titian jalan itu /
seyok-seyok menyendat /
menggores /
mengusik, menyentuh /
kubu cinta /
dalam pana /
rindu mengoyak /
jiwa nian syahdu /
dan....  elok dia ..... /
ku ingin selama begitu /

Read More …