Oleh Zawawi Aziz
belantara dan rimba diri
atau di tempat orang mengejar pelangi
cinta itu hidup
yang mati hanyalah bayang-bayang
ukiran indah cinta
dilepaskan oleh rentetan nafas
ia bersayap
ia terbang tanpa dipaksa
lihatlah aku, lalu kulihat kamu
pada mata hitammu
yang sering mengarak
hatiku menunggu
Tuhan yang kubisikkan
kata-kata nurani
terkadang-kadang diselangi
keinsafan
hanya keinsafan
namun cinta terus hidup
memulakannya dengan secebis rasa !
Categories:
puisi cinta