Oleh Zawawi Aziz
pahit kita telan bersama
sendu adalah keliru
ia menjadi halus
sisa-sia keperempuananmu
bukan hanya kerana aku seorang lelaki
dengus yang menderitaikan aku
kebencian barangkali tersesat
sehingga keluar
dari rumah cinta
ketika hitungan diri
jauh dari sempurna, lalu aku tenggelam
jika keperempuananmu lebih dari ngeri
telah meninggalkan ruang sepi cukup panjang
terolang-aleng mendesak ke punca
terhela sisa-sisa keperempuananmu
ke petak teka teki
bisa lagi meragut !
Categories:
puisi cinta