PUISI

Oleh  Zawawi Aziz

pahit kita telan bersama
sendu adalah keliru
ia menjadi halus

sisa-sia keperempuananmu
bukan hanya kerana aku seorang lelaki

dengus yang menderitaikan aku
kebencian barangkali tersesat
sehingga keluar
dari rumah cinta

ketika hitungan diri
jauh dari sempurna, lalu aku tenggelam

jika keperempuananmu lebih dari ngeri
telah meninggalkan ruang sepi cukup panjang

terolang-aleng mendesak ke punca
terhela sisa-sisa keperempuananmu
ke petak teka teki

bisa lagi meragut !

Categories: